Profil Eko Putro Sandjojo Menteri Desa Pengganti Marwan Jafar

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo berpose sebelum mengikuti pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7). Presiden Joko Widodo melakukan perombakan terhadap 12 menteri dan satu kepala badan dalam Kabinet Kerja. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/pd/16.

EKO PUTRO SANDJOJO ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) menggantikan Marwan Jafar sejak 27 Juli 2016.

Eko bukan orang baru dalam lingkaran Jokowi. Sebelumnya, dia pernah menjadi Deputi Tim Transisi Jokowi. Dalam tim itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB ini membawahi kelompok kerja di bidang perdagangan domestik, peningkatan ekspor, ekonomi kreatif, dan percepatan ekonomi di Papua. Eko juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Asistensi Menakertrans Tahun Anggaran 2010.

Karier pendidikan dan profesional Eko cukup bersinar. Setelah lulus Politeknik Universitas Indonesia (UI), ia lalu melanjutkan studi ke Bachelor Degree University of Kentucky 1991 bidang electrical engineering. Eko memperoleh gelar MBA setelah lulus dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) Jakarta tahun 1993.

Karir Eko di dunia usaha dimulai saat ia bekerja di PT Indonesia Farming mulai tahun 1994-1997 sebagai General Manager, di mana orang tuanya memiliki 5 persen saham.

Pada 1997 ia bergabung dengan PT Sierad Produce Tbk hingga menjadi Direktur Utama pada 2005-2006. Kemudian pindah ke Humpuss pada tahun 2007 sebagai Direktur Utama. Pria kelahiran Jakarta, 21 Mei 1965 ini kembali ke PT Sierad Produce Tbk sebagai Presiden Direktur PT Sierad Produce Tbk di tahun 2009.

Dia pernah mengikuti sejumlah kursus kepemimpinan dalam pembangunan pascakonflik yang diselenggarakan oleh Universitas PBB di Amman, Yordania, pada 2000.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Eko merupakan sosok yang tepat dan kompeten untuk menjabat posisi Menteri Desa. “Beliau adalah seorang profesional. Banyak pengalaman di bidang-bidang yang sangat dekat dengan pembangunan pedesaan, pertanian dan peternakan,” kata Pratikno saat memperkenalkan Eko Sanjoyo dalam pengumuman reshuffle kabinet.

“Tentu saja juga telah teruji dalam pengembangan kewirausahaan. Sehingga beliau akan memberikan penguatan dalam pembangunan desa,” kata Pratikno.

Eko mengaku mendapat pesan khusus dari Jokowi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. “Baru diberi tahu 2 hari lalu. Pesan Pak Presiden percepat pembangunan di desa,” ujar Eko.

Eko menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dengan menciptakan banyak program yang bisa menyerap banyak tenaga kerja di desa. Eko juga menjanjikan untuk memberdayakan masyarakat dengan mendorong desa untuk membentuk badan usaha desa. ”Pada dasarnya bagaimana kita memberdayakan ekonomi desa lebih berkembang. Sekarang yang dijalankan terutama program-program yang bisa menyerap tenaga kerja,” ujarnya

Menurutnya, program-program di Kementerian Desa semasa dipimpin Marwan Jafar cukup berhasil. Untuk itu dirinya akan terus mendorong  pembentukan badan usaha desa. Dirinya juga meminta semua pejabat dan jajaran di Kementerian Desa untuk mendukung dan selalu berkomitmen pada semua keputusan yang dibuatnya.

“Saya baru di bidang ini. Saya akan teruskan kebijakan yang telah dibuat Pak Marwan, tanpa dukungan dan komitmen tidak akan jalan semua kebijakan tersebut. Kemendesa PDTT ini coverage-nya luas dan desa di Indonesia sangat banyak. Akan sulit, tapi dengan kerja keras saya yakin kita bisa” ujarnya.

Dalam konsep kepemimpinan, Eko mengatakan bahwa seorang pemimpin itu tidak bisa langsung mengambilalih pekerjaan anak buahnya karena hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Hal itu merupakan kesalahan besar seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus mampu mempersiapkan anak buahnya bekerja dengan baik dan sempurna.

 

 

Comments

comments