Prajurit Dan PNS Korem 044/Gapo Ikuti Bintal Fungsi Komando

BINTAL (1)Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Bertempat di Masjid Al Ikhlas Makorem 044/Gapo, seluruh prajurit dan PNS Korem 044/Gapo mengikuti kegiatan penyuluhan Pembinaan Mental (Bintal) Fungsi Komando yang disampaikan langsung oleh Kepala Bintal Korem 044/Gapo Lettu Arm Indrajaya, Kamis (15/02).

Kegiatan penyuluhan Bintal ini dinilai sangat penting bagi satuan, prajurit dan PNS beserta keluarganya yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin khususnya bagi prajurit dan PNS Korem 044/Gapo, guna meminimalisir pelanggaran sehingga meningkatkan etos kerja, dedikasi dan loyalitas agar pelaksanaan tugas dapat tercapai dengan optimal.

BINTAL (3)

Pembinaan mental prajurit adalah suatu pembinaan mental yang wajib dilaksanakan secara terencana dan terprogram serta berkesinambungan dengan tujuan untuk mendapatkan prajurit dan PNS yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dengan dilandasi 8 Wajib TNI, Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Panca Prasetia Korpri dengan harapan prajurit dan PNS tersebut dapat melaksanakan tugas dengan baik dan professional dalam mengemban tugas pokoknya masing-masing.

Pada kesempatan ini, Kabintalrem  044/Gapo Lettu Arm Indrajaya memberikan ceramah tentang Netralitas TNI, dimana materi ini sangat penting untuk disampaikan kepada seluruh prajurit dan PNS jajaran Korem 044/Gapo, karena pada tahun 2018 ini akan diselenggarakan Pilkada serentak dan dilanjutkan Pemilu pada tahun 2019.

Dalam ceramahnya Kabintal menyampaikan, bahwa prajurit dan PNS TNI tidak akan terlibat politik praktis dalam proses Pilkada. Bahkan, prajurit dan PNS TNI juga tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon, karena rakyatlah yang sepenuhnya untuk menentukan dan memilih pemimpinnya. “Oleh karena itu, setiap prajurit dan PNS TNI baik selaku perorangan maupun atas nama institusi tidak boleh memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada peserta Pemilu dan Pilkada baik Parpol maupun perseorangan untuk kepentingan kegiatan apapun dalam pesta lima tahunan itu,” terang Kabintal.

BINTAL (2)

Lebih lanjut Lettu Arm Indrajaya menegaskan, bahwa dalam perhelatan pesta demokrasi, posisi TNI itu adalah netral. Tidak hanya netral, tapi TNI juga harus memiliki pengetahuan seperti apa netralitas. Oleh karena itu, TNI dibekali buku saku netralitas agar setiap saat bisa mempedomaninya. “TNI itu harus netral. Bila kita sudah berpihak, resikonya masyarakat tidak akan percaya sama kita. Kalau masyarakat sudah tidak percaya bagaimana kita bisa mengendalikan situasi,” tegas Kabintal.

 

Comments

comments