Pertanian Desa Palu Ogan Ilir Makin Semarak

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti demo penanaman benih di persawahan Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Sabtu (17/10/2015) lalu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti demo penanaman benih di persawahan Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Sabtu (17/10/2015) lalu.

DESA PALU, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, beberapa bulan lalu mendadak menjadi tujuan wisata desa “pertanian” paling sering dikunjungi di Provinsi Sumsel, Para pejabat petinggi daerah hingga nasional, sebut saja Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Panglima TNI, dan beberapa menteri turut hadir, termasuk Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Tidak ketinggalan Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga turut mendampingi Wapres Jusuf Kalla ketika berkunjung ke Desa Palu.

Lebih dari tiga bulan berlalu setelah kunjungan Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Pertanian ke Desa Palu kini berbagai perkembangan positif terus terjadi di desa tersebut.

Perkembangan pertanian di Ogan Ilir, terutama Desa Palu terus menggeliat. Sebab dengan adanya bantuan yang berdatangan dari Kementerian Pertanian untuk menopang dan memfasilitasi perkembangan pertanian di Desa Palu dan beberapa desa lain di Kecamatan Pemulutan.

Mulai dari dihibahkannya alat modern untuk pembajak sawah seperti traktor jenis kecil dan besar, jonder untuk pembalik tanah persawahan, hingga pembangunan irigasi sederhana persawahan yang saat ini masih dilaksanakan proses pembangunannya.

Untuk proses pembangunan proyek irigasi sederhana ini sendiri langsung diserahkan kepada masyarakat Desa Palu dalam hal ini dikerjakan langsung oleh Kelompok Tani desa tersebut. Pelaksanaan pembangunannya diawasi oleh Kementerian Pertanian RI serta Koramil setempat.

Menurut Ketua Kelompok Tani Masa Jaya, Nawawi, proyek irigasi sederhana ini nantinya akan dibangun secara bertahap. Tahap pertama sedang dan masih dijalankan proses pembangunannya dari bulan Januari sampai Maret mendatang. Kemudian target irigasi pengairannya akan dibangun sepanjang 500 meter membentang di lahan-lahan persawahan masyarakat Desa Palu.

Namun untuk tahap pembangunan selanjutnya harus melihat situasi dan kondisi alam di Desa Palu terlebih dahulu, karena diprediksi bulan Februari atau Maret 2016 mendatang akan memasuki musim penghujan yang kadar intensitasnya lebih besar dari bulan Januari dan Februari ini. Jika terjadi banjir atau pasang air laut maka pengerjaannya akan tersendat dan hasilnya akan kurang maksimal. “Kondisi seperti itu menjadi pertimbangan kami,” ujar Nawawi.

Melihat perkembangan pembangunan-pembangunan di sektor pertanian desa tersebut, maka diharapkankan akan sangat membantu para petani dalam memproduksi dan menjalani masa-masa bercocok tanamnya. Serta dapat menjadikan Kecamatan Pemulutan sebagai lumbung padi terbesar untuk tingkat Kabupaten Ogan Ilir. (Iswadi)

Comments

comments