Penggemar Batu Akik Baturaja Masih Stabil

AKIK1

Tabloid-DESA.com BATURAJA – Meski kecenderungan atau trend batu akik mengalami penurunan, tapi para penggemar batu akik di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan cenderung stabil, terbukti tidak sedikit kelompok/pemain batu di wilayah ini yang bisa memproduksi batu akik berkualitas tinggi.

Ketua Asosiasi Perbatuan Baturaja (APB) Ogan Komering Ulu (OKU), Yudi Risandi di Baturaja, Minggu, menegaskan bahwa trend batu akik di Bumi Sebimbing Sekundang ini tidak mati.

Ia mengakui, dunia perbatuan memang sempat down akibat turunnya perekonomian secara nasional.

“Batu akik memang sempat down, dan itu tidak terlepas akibat turunnya perekonomian nasional. Artinya batu kita hanya diuji dan kita lulus dari ujian tersebut, karena ternyata batu asli asal OKU tetap bertahan dan eksistensinya terbukti,” kata Yudi seperti dikutip sumsel.antaranews.com.

Ia mengatakan, antusiasme masyarakat khususnya penggemar bebatuan akik justru masih sangat tinggi, malah saat ini batu akik justru lebih diminati oleh kalangan menengah ke atas.

Tidak seperti saat booming beberapa waktu lalu, dimana hampir semua orang mendadak gila batu.

“Kalau batu dikatakan redup, sebenarnya tidak. Malah sekarang peminatnya lebih banyak kalangan menengah ke atas,” kata Yudi usai pembukaan Bazar dan Kontes Batu Akik OKU Cup II 2016 di Citimall Baturaja.

Mengenai harga batu akik, menurut dia, harga batu akik asal Baturaja tetap bervariasi bahkan cenderung tidak ada perubahan.

“Kalau dibandingkan dengan batu akik jenis Bacan, batu andalan kita (spritus, purple dan lainnya) justru tetap bertahan. Apalagi varian batu kita ini banyak, baik dari jenis maupun warna,” katanya.

Wakil Ketua APB, Taufikurrahman menambahkan bahwa batu-batu akik asal Baturaja ini merupakan aset dan perlu dijaga dan dilestarikan.

Ia menambahkan, batu akik biru langit (spritus), ini tidak ada di daerah lain ataupun di negara lain. Biru langit cuma ada di Lengkayap, OKU.

Bazar dan Kontes Batu Akik OKU Cup II 2016 yang digelar selama tiga hari hingga 30 Oktober ini merupakan sebuah pembuktian bahwa fenomena batu akik belum mati. Sementara kegiatan serupa telah digelar pada Mei tahun lalu di Ramayana Baturaja.

Bazar dan kontes batu akik tersebut dibuka oleh mantan Gubernur Sumsel, yang juga merupakan putra daerah asal OKU Raya, Syahrial Oesman dengan pesertanya berasal dari Baturaja, Lampung dan Palembang.

Comments

comments