Pencairan Dana Desa Satu Tahap Langsung ke Rekening Desa

Serapan dana desa yang lambat sampai ke desa menjadi evaluasi Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT). Pencairan satu tahap dan langsung ditransfer ke Kas Desa diharapkan menjadi solusi.

Menteri Desa dan PDTT Marwan Jafar mengatakan, pemotongan jalur transfer dana desa yang tida lagi memauli kas kabupaten/kota di harapkan dapat mempercepat penyaluran dana desa. Karena pada saat ini, 80 persen dana desa yang sudah disalurkan, sebagian besar tersendat di rekening kabupaten/kota.

Model pencairan tersebut diubah untuk mempercepat proses pembangunan yang ada di desa-desa itu sendiri. Selain itu, pencairan sekaligus akan mempermudah desa untuk segera merampungkan pembangunan infrastruktur agar tidak tertunda hanya karena menunggu dana yang belum cair.

Perubahan model pencairan itu akan dimasukkan ke dalam revisi UU Desa yang saat ini tengah dikaji oleh tim akademis Kementerian Desa dan PDTT. “Tahun ini aturannya masih bertahap, sehingga akan dimasukkan ke dalam daftar revisi,” kata Marwan pekan lalu.

Selain persoalan pencairan, revisi juga akan dilakukan untuk memasukkan usulan pencairan dana desa yang akan langsung ditransfer ke rekening desa. Menurut Marwan sistem tersebut akan jauh lebih efektif dan memangkas birokrasi secara signifikan.

Sebab, menurutnya, keterlambatan penyaluran dana desa selama ini banyak terjadi karena terlalu panjangnya jalur birokrasi, terutama kendala terjadi di kabupaten dan kota.

Meskipun untuk memangkas birokrasi pencarian, pemerintah telah membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri antara Kemendes PDTT, Kemenkes dan Kemdagri. Namun di lapangan, kabupaten dan kota masih nampak berbelit-belit dalam menyalurkan dana yang menjadi hak desa tersebut.

“Padahal syarat-syarat yang terlalu birokratik sudah ditegaskan bahwa itu bisa menyusul. Kami minta pihak dari kabupaten dan kotamadya, tidak berbelit-belit,” pintanya.

Langkah-langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi jumlah anggaran untuk dana desa yang akan semakin besar di tahun-tahun berikutnya. Sehingga berbagai kekurangan yang terjadi di tahun pertama segera diperbaiki, termasuk menutup peluang penyalahgunaan dana desa.

“Tahun depan saja dana desa akan naik dua kali lipat, Jika dana desa penggunaannya melenceng dari yang sudah ditetapkan, bisa disetop pencairan berikutnya,” ujar Marwan. (*)

 

sumber : kemendes

Comments

comments