Pak Kades, Ini Tanggung jawab mu

 

Kartun Dana Desa

Tabloid-DESA.com – Kepala desa merupakan top leader atau pemimpin utama sebuah desa. Kades di pilih oleh masyarakat setempat, lewat pemilihan umum kepala desa. Para warga memilihnya bukan karena Kades lebih kaya dari warga lain, tetapi kades dipilih karena dianggap mampu menjalankan pemerintahan desa. 

Karena warga memandang Kades, bukan hanya sekedar mampu mengajak, mendidik, dan membangun masyarakatnya saja. Tetapi seorang kades di mata warga lebih dari yang lainnya. Lebih pintar, lebih cakap, lebih berani, lebih beriman, bahkan lebih mampu secara finansial.

Perayaan kemenangan kades mungkin sudah dua tahun berlalu, tetapi acara yang sangat berkesan membuat banyak warga terus memperbincangkannya. Bukan sekedar lezatnya daging sapi bakar, dan sop dari empat sapi dan dua kerbau yang dibagikan pada hari tersebut. Namun, maraknya pembangunan yang terjadi didesa mereka. Ingatan warga masih melekat ketika musim hujan, bagaimana jalan-jalan desanya akan berlumpur dan sulit di lalui kendaraan bermotor. Kini, sebagian sudah diaspal dan para warga lebih tenang melalui jalanan yang mulus menggunakan sepeda dan mobil tua mereka.

Alangkah cemburunya warga desa sebelah, melihat perkembangan tersebut. Muncul sedikit penyesalan karena salah memilih seorang pemimpin yang “tidak becus” mengurus desa. Timbul keinginanan untuk pindah kedesa sebelah yang lebih maju, tetapi malu dengan keluarga besar. Usut punya usut, ternyata kepala desa tidak mampu menggunakan dana desa yang telah dikucurkan pemerintah. Dua tahun terakhir, desa yang mereka tempati hanya membangun sebuah jalan setapak, yang nyaris tidak memberi efek bagi warga setempat. Karena jalan tersebut langsung menuju rumah Kades. Terasa hancur hati warga desa.

Selang beberapa bulan kemudian, warga kampung sebelah tersebut riuh. Lantaran beberapa orang aparat kepolisian membawa sang Kades, yang diduga telah salah menggunakan uang dana desa. “Syukurlah, memang dia layak menerimanya,” ujar salah satu warga yang sakit hati.

Sebenarnya, hal tersebut tidak perlu terjadi jika sang kepala Desa mampu berkomunikasi mengajak perangkat desa dan warganya bersama-sama bermusyawarah, memecahkan persoalan dan mencari solusi atas apapun yang sedang dihadapi. Gotong royong yang sudah melekat dalam diri masyarakat desa, menjadi dogma utama yang selalu dilakukan sebelum memutuskan sesuatu perkara. Sayangnya, kepala desa merasa mampu melaksanakannya sendiri, karena beberapa waktu lalu dia pernah ikut memborong pekerjaan pemerintah setempat. Akibat sikap sombongnya, kini sang Kades harus berhadapan dengan polisi, dan seluruh warga kampung sebelah merasa malu.

Berterus terang dan mengutamakan musyawarah, menjadi hal utama bagi kepala desa untuk membawa desanya agar lebih maju. Bukan hanya memusyawarahkan apa menjadi prioritas untuk dibangun menggunakan dana desa tersebut, tetapi juga berterus terang soal pendanaan yang diterima. Sang Kades adalah seorang pemimpin, sudah seharusnya tidak merasa silau dengan keberadaan uang negara untuk membangun desanya. Seharusnya, sang kades adalah tauladan warganya, dan seharusnya tetap menjaga harkat dan martabat diri dan keluarganya dari kesalahan fatal, yang berujung penjara.

 

Comments