Museum Purbakala Terbesar di OKU

GUA

Salah satu objek wisata yang sudah dikenal sejak lama di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) adalah Gua Putri yang terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, baik untuk tujuan rekreasi dengan keindahan panorama bebatuan stalagtit dan stalagmitnya, maupun untuk tujuan budaya dengan legenda rakyat Putri Dayang Merindu yang hidup di sana. Masih di area yang sama, selain Gua Putri, masih ada gua lain yang menyimpan potensi wisata luar biasa, adalah Gua Harimau.

Gua Harimau sempat menghebohkan para arkeolog, ketika ditemukannya jejak peninggalan manusia purba berupa stone art (gambar cadas) dan 66 kerangka manusia purba dalam penelusuran Tapak Jejak Pitarah Sumatera yang terbit pada Januari 2013.

Hal ini menggemparkan karena kerangka sebanyak itu yang ditemukan dalam satu tempat ditambah lagi dengan penemuan gambar cadas.

“Gua harimau ini, memang tidak salah lagi peninggalan sejarahnya luar biasa mulai dari kerangka manusia dari berbagai macam zaman diperkirakan sampai yang berumur 8000 tahun, tapi belum dipublikasikan secara resmi karena masih perlu diteliti lebih lanjut.

Selain itu ada peralatan purba yang bisa menunjukkan pola kehidupan manusia purba di sana, dan ada lukisan cadas yang satu-satunya di Sumatera, karena selama ini para ahli menyimpulkan bahwa seni lukisan dinding manusia purba tidak ada di Pulau Sumatera, namun ternyata ditemukan kabupaten OKU,” demikian kata Agung Saputra, SS, staf kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata OKU kepada TABLOID DESA belum lama ini.

Melihat potensi yang sangat menjanjikan seperti ini, Pemkab OKU bersama pihak Pusat Arkeologi Nasional (ARKENAS) dan Badan Pengembangan Cagar Budaya (BPCB) Jambi berusaha dengan maksimal mengembangkan situs ini sebagai objek wisata dengan membangun Museum Situs Gua Harimau yang mana merupakan pengembangan dari Museum Si Pahit Lidah.

”Untuk mengembangkan museum ini, Pemkab OKU sendiri sebagai pengelola akan banyak melibatkan Arkenas, karena tenaga arkeolog dari daerah tidak memungkinkan, maka didatangkan tenaga ahli dari pusat.

Selain itu juga BPCB dari Jambi juga ikut membantu dengan memberikan pembinaan kepada pengelola karena mereka cukup berpengalaman dengan hal itu. Pemkab OKU sendiri juga akan membangun infrastruktur fisik seperti akses jalan yang baik, pemagaran area demi keamanan, serta berkoordinasi dengan masyarakat desa setempat,” ungkapnya.

Dikatakannya, museum ini nantinya akan menjadi museum situs purbakala terbesar kedua setelah Museum Sangiran. Juga museum ini akan menerapkan konsep rumah peradaban yang mana akan berbeda dari museum-museum terdahulu yang hanya sebagai tempat memajang benda-benda bersejarah.

“Rumah Peradaban Situs Gua Harimau ini diperkenalkan kepada masyarakat lewat acara launching di Gua Putri tanggal 16 Mei lalu dengan mengajak 200 pelajar, dari Pemda OKU sendiri, juga media-media supaya bisa diliput. Nantinya, rumah peradaban ini bukan hanya sekadar untuk sarana rekreasi, tetapi juga untuk sarana edukasi yang mana di dalam rumah peradaban ini akan ada tempat penelitian dan laboratorium. Jadi, semua kalangan masyarakat akan tertarik datang ke rumah peradaban yang satu-satunya di Sumatera Selatan ini,” jelas Agung.

 

Penulis: Kadin Kumala — Editor : Rinaldi Syahril Djafar

Comments

comments