Newsflash

KPUD Sumsel Segera Lakukan Konsolidasi dan Evaluasi
Ditulis Oleh tabloid desa   
Senin, 26 Januari 2009

Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Sumatera Selatan resmi dilantik oleh Ketua KPU Pusat Prof Ahmad Hafidz Anshari di ruang paripurna DPRD Sumsel, Rabu (7/1) lalu. Adapaun anggota yang dilantik, empat orang anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) KPU Sumsel dan 70 anggota KPU 14 kabupaten/ kota seSumsel.

Pengesahan anggota KPUD seSumsel sesuai dengan Surat Keputusan (SK) KPU No 3/SDM/KPU/2009 dan SK KPU No 16/SDM/KPU/2009. Sedangkan KPU Sumsel berdasarkan SK No 17/SDM/KPU/2009, tertanggal 6 januari 2009 yang ditanda tangani ketua KPU pusat.

 

Dalam sambutannya ketua KPU pusat menegaskan kepada semua anggota KPU yang baru saja dilantik untuk segera melakukan konsolidasi dan evaluasi secara komprehensif. Dan tidak memperbolehkan adanya mutasi pejabat struktural hingga Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2009 selesai. Mutasi boleh dilakukan, apabila pejabat bersangkutan memasuki usia pensiun atau dinilai menghambat pelaksanaan Pemilu.

Untuk mensukseskan Pemilu 2009 sangat diperlukan soliditas dan solidaritas anggota KPU. Karena dalam pemilu yang dipertaruhkan adalah bangsa dan Negara. Untuk itu, siapa pun anggota yang melanggar akan ditindak tegas.

“Apabila pemilu ini gagal, yang gagal bukan hanya  kita, tapi bangsa Indonesia. Jutaan mata seluruh bangsa Indonesia melihat Indonesia. Kita harap pemilu tanpa anarkis, jangan ada satu tetes darah pun yang mengalir dan satu rumah pun yang dibakar,” pintanya.

Karena menurutnya, kegagalan satu kabupaten atau tidak selesai tahapan pemilu maka seluruh pemilu di Indonesia tidak dapat di umumkan. Untuk itu, dibutuhkan kebersamaan, komitmen dan tanggung jawab serta kerja keras dengan niat ayng tulus.

Untuk itu, Hafidz meminta kepada anggota KPU untuk mempelajari peraturan perundang- undangan serta mengambil langkah persiapan pemilu. Serta menyikapi  konflik dengan hati yang dingin. Dan juga meminta supaya jangan sekali- kali terlibat dalam konflik kepentingan iklim politik menjelang pemilu.

“Bagi yang melanggar peraturan pemilu, KPU Pusat tidak segan- segan untuk memberikan sanksi. Dan jadikan apa yang menimpa KPU Sumsel sebelumnya merupakan kejadian yang pertama dan terakhir dalam perjalanan KPU di Indonesia,” pintanya.

Ia yakin bahwa 70 anggota KPU kabupaten/ kota plus PAW yang sudah dipilih berdasarkan pertimbangan yang matang dan sesuai dengan standarisasi penilain serta pedoman yang menjadi dasar sesuai dengan fit dan proper tes bisa menjalankan tugas dengan baik.

“Selama dilakukan uji kelayakan dan kepatutan banyak persoalan mengemuka. Mulai dari indikasi keterlibatan calon KPU menjadi anggota parpol hingga masalah KTP domisili. Tapi itu semua sudah ditelusuri dan dipelajari hingga memang ada yang terbukti dan tidak terbukti,” jelasnya.

Gubernur Sumsel Ir H Alex Nordien SH juga meminta kepada seluruh anggota KPU Sumsel yang baru dilantik supaya bisa menjaga kekompakan dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi. Karena selama dua bulan belakangan ini, ia merasa prihatin, kecewa dan malu terhadap apa yang terjadi dengan KPU Sumsel.

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin  menyampaikan kepada seluruh anggota KPU yang baru saja dilantik untuk tidak terulang kembali kejadian yang baru lalu,” pintanya.

Tidak lupa ia berterima kasih kepada ketua KPU beserta anggotanya yang dalam waktu singkat telah menunjukkan kepemimpinann tegas menuntaskan kemelut ditubuh KPU  Sumsel. Dan meminta kepada anggota KPU yang baru saja dilantik untuk menunjukan sikap dan kemampuan yang baik agar Pemilu 2009 sukses.

 “Ini pertama kali terjadi, anggota KPU provinsi dan kabupaten/ kota dilantik langsung oleh ketua KPU Pusat. Ini berkah tapi jangan terulang lagi. Tanggung jawab jabatan ini luar biasa berat, tapi kalau kita bersama Insya Allah Sumsel bisa,” harapnya.

Acara pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Ketua DPRD Sumsel Drs H Zamzami Ahmad, Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed, Bupati Muaraenim H Kalamuddin Djunab, Ketua Panwaslu Sumsel Ruslan Ismail, Pangdam II Sriwijaya Mayjen (TNI) M Sochib MA, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Ito Sumardi DS, para pimpinan partai politik di Sumsel serta pejabat penting lainnya. (ani)