Korem 044/Gapo Laksanakan Puldata Kajian dari Pusterad

PUSTERAD (4)

Tabloid-DESA.com PALEMBANG – Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) melaksanakan kegiatan Puldata (pengumpulan data) Kajian tentang Restrukturisasi Babinsa dan Koramil BS (Berdiri Sendiri) sebagai manisfestasi Koramil Model dan Buku Petunjuk Tehnik (Bujuknik) Sistem Perencanaan dan Pengendalian Pembinaan Teritorial (Sisrendal Binter) kepada prajurit TNI AD di jajaran Korem 044/Garuda Dempo, bertempat di Ruang Yudha Makorem 044/Gapo Jln. Jenderal Sudirman KM 4,5 Palembang, Selasa (13/2).

Kegiatan Puldata Kajian tentang Restrukturiasi Babinsa dan Koramil BS sebagai manisfestasi Koramil Model dan Bujuknik Sisrendal Binter TA. 2018 ini disampaikan oleh Kolonel Kav Prantara Santoso, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) selaku Ketua Tim dan Mayor Kav Catur Setyo Wibowo, S.Pd., M.Sc. Selain di Makorem 044/Gapo juga dilakukan di dua Kodim jajaran Korem 044/Gapo, yaitu Letkol Inf Bambang Irawanto melaksanakan kegiatan Kajian Restrukturisasi Babinsa di wilayah Kodim 0402/OKI dan Letkol Inf Yulius Ida Bagus Suselo melaksanakan kegiatan Kajian Koramil BS sebagai manifestasi Koramil Model di wilayah Kodim 0418/Palembang.

Dalam sambutannya,  Ketua Tim Kajian Kolonel Kav Prantara Santoso, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han). mengatakan, bahwa maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Kajian ini adalah untuk monitoring dan evaluasi terhadap Buku Petunjuk Induk (Bujukin) Binter, Metode Binter, Sistem Perencanaan dan Pengendalian (Sisrendal) Binter, Ketatalaksanaan Binter, Binter sebagai fungsi utama TNI AD dikaitkan dengan penyelenggaraan Binter di wilayah.

PUSTERAD (3)

“Berkaitan dengan kegiatan Kajian Bujukin Binter TA. 2018, diharapkan setiap prajurit satuan Komando Kewilayahan mempunyai kualitas pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat diandalkan, diantaranya mampu memahami dan mengimplementasikan Lima Kemampuan Teritorial serta mampu merumuskan Produk Sisrendal Binter mulai dari produk dasar sampai dengan produk operasional yang bertujuan untuk mencapai sasaran Binter,“ terangnya.

Selanjutnya, ditekankan juga bahwa kegiatan Kajian ini bukanlah sekedar kegiatan rutin, namun justru sebagai tonggak bersama secara serius untuk kemajuan Binter ke depan. Setiap pertanyaan yang diberikan perlu dipahami secara baik, sehingga dapat mejawab secara benar. Manfaatkan kegiatan tersebut sebagai ajang silahturahmi, tukar pendapat dan FGD (Kelompok Diskusi Terfokus) untuk menyempurnakan penyelenggaraan Binter ke depan agar lebih optimal berhasil dan berdaya guna.

“Dari hasil pengumpulan data ini, akan dijadikan sebagai masukan dalam menyempurnakan penyelenggaraan Binter TNI AD ke depan, agar lebih optimal, berhasil dan berdaya guna. Termasuk di Korem 044/Gapo yang mempunyai teknologi berupa Bios 44, Nusantara Foam 44 dan Gapo Oil 44 yang sudah dikenal masyarakat sebagai sarana Binter untuk dimasukkan dalam penyelenggaraan Binter TNI AD,” jelas Kolonel Kav Prantara.

PUSTERAD (2)

Sementara itu Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. mengatakan, bahwa kegiatan Binter di wilayah Korem 044/gapo baik dibidang Binwanwil, Binkomsos dan Binbhakti TNI dilaksanakan sesuai dengan program kerja yang telah ditentukan dari Komando Atas maupun kegiatan non program kerja. “Telah banyak upaya yang telah dilakukan oleh Korem 044/Gapo beserta jajarannya untuk memelihara dan meningkatkan kegiatan Binter di wilayah dalam rangka membantu pemerintah daerah dan membantu kesulitan masyarakat,” jelas Danrem 044/Gapo.

Lebih lanjut Danrem menyampaikan kepada Tim Kajian Pusterad, bahwa di wilayah Sumatera Selatan yang merupakan wilayah teritorial Korem 044/Gapo mayoritas wilayah Gambut yang sering terjadi kebakaran tiap tahunnya hingga mencapai luas terbakar 736.587 ha. Dengan adanya kebakaran yang sering terjadi ini, Korem 044/Gapo membuat konsep penanganan Karhutla dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan alam, sosial masyarakat dan tehnologi.

PUSTERAD (1)

Pertama pendekatan alam yaitu kanal blocking, hujan buatan, water bombing, restruktur tanah dan Satgas doa.  Kedua pendekatan sosial masyarakat yaitu pertanian, perkebunan, perikanan, reboisasi dan pengolahan limbah. Dan ketiga pendekatan tehnologi yaitu Korem 044/Gapo telah membuat Bios 44 yang merupakan agen hayati dari gabungan simbiosis mutualisme antar mikroorganisme berfungsi untuk mempercepat pembusukan material organik lahan gambut, melembabkan, menutup rongga gambut dengan hifa atau sejenis lendir, sehingga lahan Gambut tidak mudah terbakar. Dan Nusantara Foam 44 yang merupakan busa anti api yang sangat efektif untuk memadamkan api. “terang Kolonel Inf Kunto”.

Diakhir kegiatan Tim Kajian Pusterad bersama tamu undangan lainnya diajak Danrem 044/Gapo untuk menyaksikan peragaan proses pembuatan Bios 44 serta cara pemanfaatan dan penggunaannya bertempat di kolam pembiakan Bios 44 dan peragaan pemadaman kebakaran dengan menggunakan formula Nusantara Gapo 44 (busa anti api) di lapangan apel Makorem 044/Gapo.

Comments

comments