Kementan Imbau Petani Gunakan Padi Varietas Amfibi

 

PANEN

Tabloid-DESA.com YOGYAKARTA- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian mengimbau petani menggunakan benih padi varietas amfibi saat memasuki musim hujan untuk menghindari gagal panen.

“Kami berharap bisa memilih varietas amfibi atau yang bisa ditanam di musim kemarau dan musim hujan,” kata Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Prama Yufdy di sela acara Asia Food and Agriculture Cooperative Initiative (AFACI) Program Workshop on Food Crops di Yogyakarta, Rabu (27/9) seperti diberitakan antaranews.com.

Menurut dia, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangkan bibit unggul padi yakni inpari yang merupakan salah satu bibit katagori varietas amfibi.

Selama ini, terdapat varietas inpari 29, 30,31,32 dan 33 yang telah selesai dikembangkan Balitbang Pertanian. Varietas itu bersifat tahan air, sehingga dapat menjadi solusi lahan padi yang kerap banjir pada musim penghujan.

“Sebagian petani mengetahui masing-masing keunggulan benih padi, tetapi sebagian besar banyak yang belum tahu,” kata dia.

Agar seluruh petani bisa menanam benih varietas tersebut, menurut Prama, saat ini Kementan telah memperbanyak persediaan varietas inpari di daerah. “Kami merekomendasikan seluruh petani memakai inpari sehingga kami upayakan ketersediaan cukup,” kata dia.

Hingga saat ini, menurut dia, Balitbang Pertanian Kementan terus mengembangkam benih-benih unggul, khususnya padi. “Untuk benih padi selalu ada inovasi-inovasi baru. Misalnya saat benih padi yang kami kembangkan tidak lagi tahan wereng maka kami akan mengembangkan benih padi yang baru,” kata dia.

Kepala Kelompok Operasional Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono mengatakan musim kemarau di DIY yang sudah dimulai sejak Mei 2017 diperkirakan segera berakhir pada akhir September atau awal Oktober.

“Awal Oktober di DIY sudah mulai masuk musim hujan, kecuali Kabupaten Gunung Kidul yang biasanya paling akhir masuk musim hujannya,” kata Joko.

Comments

comments