Jalan Tungkal Ilir Seperti Bubur

JALAN TUNGKAL

Kondisi jalan menuju Jembatan Tri Tunggal, Kecamatan Tungkal Ilir mengalami kerusakan parah. Akibatnya, kerap kali warga terpaksa menginap di jalan, lantaran terjebak lumpur.
Setelah melihat langsung kondisi eksisting jalan pada saat akan melaksanakan Safari Ramadhan ke Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Senin pagi Bupati mengadakan rapat bersama pihak perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Tungkal Ilir.

Dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Quest House, Rumah Dinas Bupati Banyuasin, diketahui bahwa kondisi kerusakan jalan tersebut telah menjadi agenda tahunan di sana.
“Memang kita mengalami kesulitan merawat jalan ini, karena tiap musim hujan di mana permukaan air naik, kondisi jalan akan tergenang. Kami setiap tahun mengatasi masalah ini, malah bisa dikatakan telah sampai di titik jenuh,” ungkap Joni Edymarson, Humas PT Cahaya Cemerlang Lestari.

Saat ini terdapat 5 titik yang mengalami kondisi rusak berat dengan panjang 2.050 meter. Panjang jalan itu sendiri memiliki total 37,43 KM. Bupati Banyuasin meminta langkah konkret yang bisa dilakukan bersama agar jalan ini sudah bisa kembali normal pada saat lebaran nanti.

Sekretaris Daerah Kab. Banyuasin, Firmansyah, megungkapkan perbaikan jalan ini tidak bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada Pemkab Banyuasin, hal ini karena status jalan ini bukan Barang Milik Daerah. “Kita tidak bisa mengalokasikan APBD untuk pembangunan diatas lahan yang bukan milik Pemkab, itu menyalahi aturan” jelasnya.

Diketahui jalan yang mengalami kerusakan tersebut berada dibaah wewenang PT.Chonoco Philips. Namun, pihak PT Chonoco Philips mengungkapkan bahwa saat ini status jalan tersebut hanya pinjam pakai, sementara kepemilikannya berada di bawah Kementerian Keuangan, terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Banyuasin, Heriyadi, menyampaikan dalam masa resesnya beliau menampung beberapa keluhan masyarakat terkait jalan menuju jembatan Tri Tunggal. Namun, menyadari bahwa status jalan tersebut bukan milik Pemkab Banyuasin, dalam rapat tersebut, wakil rakyat dari Dapil Tungkal ilir ini menyarankan agar Chonoco Philips menghibahkan jalan tersebut kepada Pemkab Banyuasin.

Selanjutnya disepakati pengerjaan perbaikan jalan ini akan dilakukan bersama oleh semua pihak. Baik itu pihak perusahaan, Pemkab Banyuasin, maupun dukungan masyarakat sendiri. “Dukungan masyarakat juga punya peran sangat besar, disayangkan, terkadang kita dari pihak perusahaan sangat berhati-hati menggunakan jalan, misalnya tgidak dilalui saat kondisi hujan, namun masyarakat tidak bisa dicegah” ungkap BE Pasaribu, Manajer PT Cahaya Sawit Sejahtera.

Bupati Yan Anton meminta besok alat berat sudah berada di Desa Bentayan, salah satu titik yang mengalami kerusakan. Sebagai langkah awal, tindakan yang harus dilakukan adalah melakukan pendalaman saluran yang berada disisi jalan agar air tidak lagi menggenangi badan jalan.

Selanjutnya untuk pengerjaan perbaikan jalan Bupati menunjuk Dinas PU BM dan PU Pengairan sebagai supervisor kegiatan perbaikan jalan ini. Pihak PU BM sendiri telah membuat rincian kebutuhan penggunaan bahan bangunan. “Ini mesti cepat dikerjakan,” katanya.

Terkait kendala status jalan yang bukan merupakan Barang Milik Daerah, Bupati segera memanggil pihak terkait seperti pihak SKK Migas, Kabag Hukum Setda Banyuasin, Manager PT Chonoco Philips, Kepala DPPKAD Kabupaten Banyuasin, dan pihak lainnya guna membahas proses peralihan status jalan Desa Bentayan, Tungkal Ilir.

“Kalau bisa kita alihkan menjadi milik Pemkab Banyuasin, atau paling tidak bisa pinjam pakai, agar kita bisa alokasikan dana untuk perawatan jalan ini,” kata Bupati Yan Anton.

Disadari akses jalan yang prima tentunya akan memudahkan mobilitas barang dan jasa yang akan meningkatkan kesejateraan masyarakat pada akhirnya. “Namun, semangat memperhatikan kepentingan masyarakat ini juga diharapkan tidak bertentangan dengan peraturan. Semua pihak terkait untuk mempelajari kembali Permendagri No 14 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah,” katanya.

 

Teks : Chandra Wahyudi
Editor : Sarono P Sasmito

Comments

comments