Hutan Terbakar, Beruang Serang Warga Desa

Sekujur tubuh Cik Muri (50) terluka, wajahnya rusak parah. Warga Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara yang mencoba menolong dengan membawa ke rumah sakit, tidak membuahkan hasil. Ia tewas secara mengenaskan akibat diserang beruang saat sedang menyadap pohon karet di kebun miliknya.

Cik Nuri bukanlah korban pertama. seperti dikabarkan okezone, sebelumnya beruang telah menyerang warga Desa Rantau Kadam lainnya, Komariah (56) hingga mengalami luka robek pada kaki sebelah kiri, sehingga dirawat di Rumah Sakit Rupit.

Pemerintah Kabupaten Muratara mengimbau pada masyarakat untuk waspada terhadap hewan buas. Disinyalir satwa lainnya seperti harimau juga banyak yang turun gunung ke pemukiman warga. Hal ini diduga lantaran terganggunya ekosistem satwa tersebut dampak dari banyaknya kebakaran hutan dan kekeringan yang menyebabkan minimnya sumber air di wilayah tersebut. ‎‎

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lahat bersama instansi kehutanan melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan memetakan kondisi di lapangan. Di sana apakah akan dilakukan penangkapan terhadap satwa dan dipindahkan ke lokasi yang menjadi wewenang BKSDA atau diusir dari lokasi kejadian.

BKSDA mensinyalir banyak faktor yang menyebabkan satwa dilindungi itu keluar dari sarangnya. Alasan utama di mana saat ini terjadi musim kemarau sehingga kebutuhan air sangat minim dan mereka keluar mencari pasokan air yang ada di Sungai Hitam. Faktor lainnya dikarenakan terbakarnya lahan dan hutan yang selama ini menjadi tempat tinggal hewan buas.

Kepala Seksi Pengelolaan TNKS Wilayah V, Miskun menjelaskan dari luas lahan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Muratara sekitar 1,4 juta hektare, setidaknya 250.000 hektare lahan tersebut masuk pengelolaan pihaknya.

Di lokasi tersebut dan pengelolaan TNKS jelas terdapat flora dan fauna yang beranekaragam. Seperti beruang, harimau dan hewan buas lainnya. Sehingga diharapkan warga waspada jika melihat satwa-satwa tersebut keluar.

“Memang kalau untuk flora dan fauna yang ada di TNKS memang menjadi kewenangan TNKS Wilayah V. Tetapi untuk penyebab adanya satwa yang dilindungi keluar dan membahayakan warga, itu kewenangan BKSDA,” jelas Miskun. (okz/red)

Comments

comments