Harga Gabah di Tingkat Petani OKU Timur Anjlok?

panen

Tabloid-DESA.com MARTAPURA Harga gabah di tingkat petani di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mengalami penurunan, harga sebelumnya pada bulan Januari 2018 lalu dikisaran Rp.4.200,- per kilogram, kini harga menjadi Rp.3.600 samapi Rp.3.700,- per kilogramnya. Kondisi ini mengakibatkan daya beli petani merosot.

Turunnya harga gabah tersebut belum diketahui lebih pasti oleh petani, apakah dari kebijakan pemerintah melakukan stabilisasi harga melalui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau kendala lain yang mempengaruhi.

Subeki, petani di Belitang mengatakan, bahwa penurunan harga gabah membuat posisi petani semakin terjepit karena membuat daya belinya terus menurun. Itu berarti, petani makin miskin.

“Setiap kami panen harga gabah pasti turun, tidak sesuai dengen keadaan saat ini yang semuanya mahal. Telor saja sampai 30 ribu per kg, kok harga gabah turun bebas, Bulog jangan diam saja, katanya kita daerah lumbung pangan,” jelas dia dengan nada kesal.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bulog Drive III OKU, Junaidi, Selasa (24/7) terkait harga gabah turun mengatakan, bahwa hal tersebut tidak terjadi. Ia mengatakan saat ini harga gabah kering dan beras masih stabil.

“Saya sudah cross check melalui telepon beberapa pabrik dan penggilingan di wilayah OKU Timur bahwa harga beras di terima pabrik dan penggilingan dari petani masih di angka Rp 8150-8200 per kg, bukan Rp. 7600. Masih stabil kok,” ucapnya.

Ditambahkannya, saat ini belum memasuki musim panen raya. Baru beberapa wilayah yang sudah memasuki masa panen.

“Kan belum masa panen, bulan depan baru panen raya. Jadi, logikanya gak masuk kalo turun drastis seperti yang disampaikan. Untuk harga Gabah Kering Panen rata-rata masih di harga Rp4200, Bukan Rp3600, saya sudah cek,” pungkasnya.

Comments

comments