HAM dan HAMBURGER

AZIZ KAMIS

Abdul Aziz Kamis, Pemimpin Umum Tabloid-DESA

Tabloid-DESA.com – Alhamdulillah, kita kembali memperingati hari hak asasi manusia (HAM) se-dunia yang jatuh pada 10 desember 2017. Hari ketika seluruh dunia merefleksikan kehidupan sebagai manusia, dengan sebuah ungkapan, ‘sudahkah kita menjadi manusia, atau memanusiakan manusia’. 

HAM pada dasarnya terlahir dari sebuah kesadaran bahwa setiap manusia punya hak-hak yang tidak boleh terbantahkan. Lahir di inggris sejak ditetapkan magna charta tahun 1215, yang kemudian disempunakan oleh Amerika serikat dalam The American Declaration of Independence yang lahir dari paham Roesseau dan Montesqueu. Barulah pada tahn 1950 PBB memperingatinya sebagai hari HAM sedunia.

Sedemikian pentingnya HAM, setidaknya ada enam jenis HAM, yakni hak sosial, ekonomi, politik, sosial budaya, hak untuk mendapat perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan, dan hak untuk mendapat persamaan dalam hukum dan pemerintahan.

Lalu apa hubungannya dengan Hamburger? Mungkin belum banyak yang tahu jenis makanan yang populer di Amerika Serikat ini. Menurut Wikipedia, hamburger adalah sejenis makanan berupa roti berbentuk bundar yang diiris dua dan ditengahnya diisi dengan patty yang biasanya di ambil dari daging, kemudian sayur-sayuran berupa selada, tomat dan bawang bombay.

Hamburger tergolong makanan fast food atau cepat saji, alias makanan sampah (Junk Food). Karena setiap dimakan, bukannya kenyang tapi terus minta tambah. Dengan tingkat kalori tinggi, kaya lemak, alhasil gagal membuat kenyang tentunya membuat tubuh kesulitan dalam mengolahnya. Hanya dalam waktu 30 menit kemuka, gula darah bakal naik.

Ini hanya sebuah klise, ketika bicara HAM negara bekas koloni Amerika Serikat merupakan negara yang paling “getol” memperjuangkannya. Lahirnya Deklarasi kemerdekaan Amerika dari paham Roesseau dan Montesqueu adalah bagian dari kesempurnaan HAM di negari paman Sam tersebut. Negeri yang mendeklarasikan diri sebagai polisi dunia itu, kini mendeklarasikan Yerussalem sebagai kota Israel.

Negeri yang katanya menyempurnakan semangat HAM kini mendapat kritik keras dan tajam dari berbagai negara termasuk Indonesia. Apa hak Amerika turut campur persoalan penggusuran lahan besar-besaran oleh Israel terhadap Palestina? Mana aplikasi kesempurnaan HAM yang digariskan tersebut? Dimana PBB yang sejak tahun 1950 telah memperingati HAM sejak tahun 1950?

Mungkin protes keras kita terdengar senyap. Saat menoleh kebelakang, petani kita masih menangis karena tidak punya lahan untuk digarap. Moncong senjata laras panjang membidik ke kearah kepala penduduk miskin desa yang sedang mencoba menanam sayur di petak kecil lahan yang tersisa. Salah sedikit saja, tubuh bisa jadi patty burger yang matang.

Di hari peringatan HAM ini, mari kita berteriak dengan menjaga santun. Menjaga niat tulus untuk mencapai keseimbangan kehidupan untuk kesejahteraan bersama. Dan ternyata, hasil sayur petani kita lebih sehat dan segar saat di aduk menjadi gado-gado. Atau kita semua hancur menjadi patty hamburger, makanan cepat saji yang tidak bikin kenyang, dan jelas-jelas hanya sampah. Wallahu A’lam.

Comments

comments