FITRA Sumsel Terus Kritisi ADD di Muba

FORUM Indonesia Untuk Transpransi Anggaran (FITRA) Sumsel, terus mengkritisi penggunaan alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Muba yang telah dikucurkan selama tiga tahun belakangan.

Pasalnya, banyak pengerjaan dan pembangunan yang dilakukan, dinilai tumpang tindih dengan pembangunan yang dilakukan perusahaan melalui program corporate social responbility (CSR).

Demikian dikatakan Nunik Handayani, koordinator LSM Fitra Sumsel, saat dihubungi melalui telfon.

Nunik Handayani mengatakan bahwa bagian desa yang berada di ring I yang berdampak atas aktivitas pertambangan yang ada. Seperti di Kecamatan Keluang, banyak infrastruktur jalan yang rusak dan sebagian lingkungan pun rusak. Seyogyanya dana ADD yang dimiliki desa bisa membantu dan melakukan perbaikan yang ada. Perusahaan pun, tak boleh lepas tangan dan tanggungjawabnya. Yakni turut membantu perbaikan atas kerusakaan yang terjadi.

“Kedua dana dan perbaikan ini, janganlah tumpang tindih yang terjadi selama ini,” kata Nunik.

Sementara itu, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyatakan, telah sepatutnya Pemkab Muba dan perusahaan besinergi melakukan perbaikan infrastrktur yang ada. Pihaknya mengakui pelaksanaan dan realisasi ADD masih banyak kekurangan. Ini terbukti, masih banyak penyelewenangan dana ADD selama ini. Telah beberapa aparat pemerintah desa, terjerat kasus dan tersansung masalah hukum.

“Seluruhnya akan diperbaiki demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada,” pungkasnya. (se/red)

Comments

comments