Ditemukan Pabrik Tahu Berformalin di Kayuagung

TAHU

Ilustrasi

Masyarakat Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dibuat kaget dengan ditemukannya pabrik tahu berformalin berlokasi di Jl. Terminal Baru, RT7, Kelurahan Cinta Raja, Kayuagung, Kabupaten OKI, Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 14.00 WIB, oleh jajaran Kepolisian Resort (Polres) OKI.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti 26 ember plastik berisi tahu yang sudah diberi formalin, 2 ember berisi tahu, 1 mobil pickup nopol BG 9412 KA, 4 jerigen bekas formalin, serta 1 jerigen berisi cairan formalin.

Ironisnya lagi, diketahui bahwa pabrik tahu ini telah beroperasi sejak empat tahun lalu dan dalam setiap harinya pabrik tersebut menghasilkan 4.000 tahu yang dijual ke kawasan OKI. Diperparah pemilik usaha pabrik tahu berformalin yakni Suh (36), yang merupakan ketua RT setempat.

Mendapati hal ini, muncul pertanyaan dibenak masyarakat, jika keberadaan pabrik tahu telah beroperasi sejak empat tahun lalu dan menghasilkan 4.000 tahu berformalin setiap harinya. Berarti tahu berformalin tersebut juga telah lama beredar di pasar tradisional Kota Kayuagung yang notabene merupakan pusat perdagangan dan lokasinya pun sangat berdekatan serta bisa dikatakan berdampingan.

Udin (38), salah satu warga Kota Kayuagung ketika dimintai pendapatnya mengenai penemuan pabrik tahu berformalin kepada wartawan Sabtu (18/6/2016) mengatakan, kami sebagai masyarakat awam tidak menyangka kalau ternyata ada pabrik tahu berformalin yang telah beroperasi sejak empat tahun lalu, bahkan mampu menghasilkan 4.000 tahu perharinya.

“Wah gawat ternyata tahu berformalin sudah sejak lama beredar di Kabupaten Ogan Komering Ilir ini, yang anehnya kok bisa luput dari pengawasan pemerintah daerah khususnya dinas terkait,” kata dia.

Masih menurut dia, padahal setiap tahun khususnya saat bulan suci ramadan, pemerintah daerah melalui dinas terkait seperti dinas kesehatan, dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (disperindagkop) selalu melaksanakan pemeriksaan berupa inspeksi mendadak ke pasar tradisional guna mengantisipasi beredarnya bahan makanan yang mengandung zat adiktif seperti boraks, formalin atau sejenisnya.

“Kenyataannya kok bisa kecolongan dan tidak menemukan tahu berformalin, ataukah sidak yang mereka lakukan itu hanya bentuk seremonial belaka,” kata dia.
Lanjut dia, menurut informasi yang ia baca, baru-baru ini tepatnya sekitar dua hari yang lalu, Disperindagkop Kabupaten OKI telah melakukan sidak ke pasar tradisional Kayuagung, dan katanya tidak menemukan bahan makanan yang mengandung zat adiktif seperti boraks, formalin atau sejenisnya.

“Kalau sudah seperti ini berarti kinerja mereka harus dipertanyakan, kok bisa kecolongan dan telah lalai dalam melakukan pemeriksaan,” pungkas dia.
Sementara itu, masih ditempat yang sama, Supriadi (40) juga mengatakan, kami sangat mengapresiasi kinerja pihak Polres OKI yang telah berhasil mengungkap penemuan pabrik tahu berformalin di Kota Kayuagung ini.

“Hanya kok pemerintah daerah khususnya dinas terkait sampai kecolongan, padahal dua hari sebelum penemuan pabrik tahu berformalin telah melaksanakan pemeriksaan ke pasar tradisional Kayuagung, kok bisa tidak menemukan ataukah pemeriksaan itu hanya sekedar formalitas dan seremonial belaka,” tegas dia.

 

 

Penulis : Rahmad – Editor : Sarono P Sasmito

Comments

comments