• Home »
  • BERITA »
  • Desa Penilikan, Partisipasi dan Transparansi Menjadi Segudang Prestasi

Desa Penilikan, Partisipasi dan Transparansi Menjadi Segudang Prestasi

Desa Penilikan merupakan salah satu desa teladan tingkat Nasional, yang mewakili Sumatera Selatan tahun 2015 ini. Penghargaan tersebut disampaikan dan dibacakan langsung oleh pihak Direktorat Jenderal (Dirjen) Bidang Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Istana Negera RI di hadapan Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla,

Masyarakat Desa Penilikan yang terdiri dari 630 kepala keluarga (KK) atau 2.305 jiwa ini, terdiri dari suku Jawa, Bali, dan Melayu, yang mayoritas beragama Islam dan sebagian Hindu. Keragaman ini tidak menjadi kelemahan, melainkan sebuah kekuatan untuk membangun dengan pemerintah desa yang baik dan partisipasi masyarakat yang tinggi.

Desa yang berada di Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki segudang prestasi. Sedari tahun 2001, Desa Penilikan sudah menjadi desa terbaik di kabupaten OKU, demikian halnya prestasi terbaik di bidang Gerakan Sayang Ibu (GSI), koperasi berprestasi, desa sadar hukum, dan prestasi lainnya di tingkat provinsi serta nasional.

Desa Penilikan menjadi kebanggaan Sumatera Selatan di tingkat nasional, menjadi desa terbaik ditingkat kabupaten OKU dan Provinsi Sumatera Selatan, sampai pada puncaknya menjadi desa teladan nasional tahun 2015, bersama 32 desa lainnya.

Desa yang merupakan Ex Transmigrasi Pola PIR Trans Perkebunan kelapa sawit penempatan tahun 1992 ini memiliki setidaknya delapan hal yang dibanggakan. Desa Penilikan dapat menjadi contoh baik dalam beberapa bidang, yakni ; tata kelola pemerintah dan administrasi keuangan desa, kesehatan, partisipasi masyarakat, lembaga ekonomi masyarakat, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan produk unggulan.

Tata kelola pemerintah dan administrasi keuangan Desa Penilikan dinilai baik karena dikelola secara transparan., dimuat online dalam blog Desa Penilikan. Demikian halnya di bidang kesehatan, pelayanan dan pendataan Poskesdes dan Posyandu Desa Penilikan terbilang baik, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) terdata sebagai penyakit yang paling banyak di keluhkan masyarakat desa, pelayanan Keluarga Berencana pun gratis dilakukan.

Partisipasi masyarakat dengan tingkat keswadayaan yang tinggi patut mendapat acungan jempol. Sebut saja pembangunan sarana ibadah 4 buah masjid, 3 mushola , dan 2 buah pura yang secara swadaya dibangun dengan dana lebih dari Rp 5 miliar. Demikian halnya pembangunan gedung Koperasi Unit Desa (KUD) dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dibangun juga dengan dana swadaya masyarakat.

Beberapa program unggulan Desa Penilikan, yang patut dicontoh oleh desa-desa lainnya, seperti Koperasi Unit Desa (KUD) Simpan Pinjam, perkebunan kelapa sawit dan karet, pembuatan tempe tahu, budidaya jamur tiram, budidaya ikan air tawar, serta pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Perkebunan kelapa sawit dan karet telah menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memberi Pendapatan Asli Desa (PAD) yang tidak sedikit, pada triwulan pertama tahun 2015 perkebunan sawit Desa Penilikan menyumbang PAD sebanyak Rp 3,4 juta, dan perkebunan karet menyumbang PAD sebesar Rp 4,6 juta. PAD Penilikan juga di dapat dari penyewaan tenda dan dari KUD.

Masyarakat Desa Penilikan memiliki pendapatan rata-rata perkapita Rp 3 juta perbulan. Mereka pada umumnya bekerja petani kelapa sawit dan karet. Selebihnya adalah pedagang dan peternak, ada juga yang membuat industri rumah tangga berupa pembuatan tahu, tempe, keripik singkong, keripik pisang, rempeyek dan juga pembuatan batu bata. (*/wdg)

Comments

comments