Bupati Joncik Hadiri Penyerahan BST di Kantor Pos Cabang Tebing Tinggi

BST

Tabloid-DESA.com EMPAT LAWANG – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad menghadiri launcing penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementrian Sosial (Kemensos) di Kantor Pos Tebing Tinggi, Kamis (21/5/2020). BST Kemensos tersebut, di berikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Empat Lawang, yang ikut terdampak wabah covid-19 (virus Corona).

Rendy Alfiansyah selaku Kepala Cabang Kantor Pos Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang mengatakan, Dikantor pos Cabang Tebing Tinggi sendiri, sudah mendata sebanyak 1955 KK untuk diserahkan Bantuan Sosial Tunai (BST). ” Untuk Kantor pos cabang Tebing Tinggi ada 1955 KK yang sudah kita data dari 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Saling, Talang Padang dan Tebing Tinggi,” jelas Rendy.

Sementara itu Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengaku sebelumnya, Kepala Dinsos dan Kepala Kantor Pos, sudah menghadap dirinya. Dan sesuai arahan dari Pemerintah Pusat dan dari Redaksi PT Pos bantuan tersebut segera didistribusikan. ” Alhamdulillah kita dapat bonus, semula kita ajukan sekitar Lima Ribuhan lebih, terealisasi 6263 KK. Jadi kita dapat tambahan 600 san,” ungkap Bupati H Joncik Muhammad.

Dirinya juga minta Plt. Kepala Dinas Sosial, agar bantuan tersebut diberikan kepada miskin baru yang dikategorikan miskin paling bawah.

” Dan saya bilang ke mereka jangan pernah memberikan kepada orang karena suka tidak suka, data nya rill siapapun yang berhak berikan,” tegasnya.

Untuk yang menerima BLT Kemensos tersebut, per KK mendapatkan Rp. 600.000 perbulan selama Tiga (3) bulan, dan tidak boleh di bagi-bagi. ” Bagi yang belum terdata Insyallah kita menyiapkan Bansos Kabupaten yang jumlahnya yang jauh di bawa ini, bagi mereka yang belum ter cover saya sudah minta PLT Kadinsos untuk mendata ulang yang belum tercover untuk tercover,” ucapnya.

Hadir juga dalam launcing tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Empat Lawang, Kapolres Empat Lawang, Kejari Empat Lawang, Danramil Tebing Tinggi dan sejumlah Kepala OPD Empat Lawang.

Comments