Newsflash

Wajah Sumsel Tahun Ini akan Lebih Baik
Ditulis Oleh tabloid desa   
Minggu, 25 Januari 2009

ImageKendati alokasi dana dari pemerintah pusat dan daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diperlukan untuk pelaksanaan program pembangunan sejumlah proyek strategis dipastikan tidak mencukupi, namun Pemda Provinsi Sumsel optimis dapat terus membangun dan mengubah wajah daerahnya menjadi lebih baik pada akhir tahun 2009 ini.

Sejumlah upaya terus digencarkan Pemdaprov Sumsel, termasuk upaya Gubernur H Alex Noerdin menggalang dukungan dana dari para investor untuk membiayai sejumlah proyek strategis yang pendanaannya tidak dapat seluruhnya ditopang oleh dana APBD maupun APBN itu.


Menurut Alex Noerdin, ketersediaan dana untuk pembangunan daerahnya, baik dari APBD Provinsi Sumsel sebesar Rp2,7 triliun, APBD seluruh kabupaten/kota di daerahnya mencapai sekitar Rp9 triliun, ditambah alokasi dukungan dana APBN mencapai belasan triliun rupiah (termasuk DAU dan DAK) masih belum mencukupi untuk membiayai pembangunan Sumsel seperti diharapkan.

"Perlu dukungan dana dari para investor dalam negeri maupun asing," ujar Alex pula.

Beberapa proyek pembangunan yang telah diminati investor itu, menurut Alex, antara lain Zona Industri Tanjung Api Api, dengan kesiapan investasi mencapai sekitar empat miliar dolar AS, pembangunan jalur kereta api ganda dari Tebing Tinggi ke Muaraenim dan Tanjung Api Api yang diharapkan siap dibangun tahun 2009 ini.

Sejumlah proyek penting lainnya, menurut Alex, juga telah ada kesiapan investor mendukung pembangunannya berjalan tahun ini.

"Dana yang ada dari pemerintah masih kurang memang, tapi dengan dukungan pihak swasta atau investor itu, diharapkan sampai akhir tahun 2009 wajah Sumsel akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," kata dia lagi.

Alex berharap semua kesiapan dukungan dana itu, baik dari pemerintah pusat maupun investor dapat terealisasi dan berjalan sesuai rencana.

"Insya Allah dengan tambahan dukungan investor itu, kekurangan dana yang ada dapat tetap untuk membangun wajah Sumsel menjadi lebih baik," kata Alex pula.

Wapres Mendukung

Berkaitan rencana pembangunan sejumlah proyek strategis di Sumsel itu, dalam rapat dengan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla di Istana Wapres di Jakarta, Kamis (8/1), Wapres menyetujui percepatan pembangunan jalur kereta api Batubara dari Lubuk Linggau ke Pelabuhan Tanjung Api Api di Sumsel, namun harus tetap mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku.

"Jadi tadi Wapres meminta meski dipercepat pembangunan jalur KA batubara Lubuk Linggau-Tanjung Api Api namun tetap semua aturan harus diikuti," kata Gubernur Sumsel Alex Nurdin, sesuai rapat bersama Wapres, di kantor Wapres Jakarta, Kamis itu pula.

Gubernur Sumsel Alex Nurdin dan Dirut PT Tambang Bukit Asam Tbk, Sutrisno, mengikuti rapat khusus membahas pembangunan jalur KA batubara dari Lubuk Linggau-Tanjung Api Api dan pembangunan Pelabuhan Tanjung Api Api.

Menurut Alex, dalam rapat tersebut Wapres memberikan berbagai kemudahan untuk realisasi jalur KA batubara maupun pelabuhan tersebut.

Alex juga menjelaskan, untuk mempercepat kedua proyek tersebut, Gubernur akan mengajukan permohonan perizinan kepada Menteri Perhubungan.

"Jika izin sudah didapatkan dari Menteri Perhubungan, maka kami segera melakukan tender," kata Alex pula.

Alex menjelaskan, jalur KA batubara dari Lubuk Linggau ke Tanjung Api Api tersebut sepanjang 270 km dan akan melintasi enam kabupaten dan tiga kota di daerahnya.

Pembangunan jalur KA batubara tersebut akan langsung dua rel (rel ganda) yang dibangun di sisi kanan kiri rel kereta api yang sudah ada saat ini, sehingga tidak perlu pembebasan lahan lagi.

"Kami nanti akan ajukan pinjam pakai kepada PT KAI. Jadi nantinya akan ada tiga rel. Rel lama ada di tengah dan rel baru di sisi kiri dan kanan rel lama," kata Alex.

Pembangunan dua jalur KA batubara sepanjang 270 km tersebut akan membutuhkan dana sekitar Rp11 triliun.

Namun, tambah Alex, pembiayaannya tidak akan menggunakan APBD maupun APBN namun akan menggunakan investor swasta, dan sudah ada beberapa investor yang berminat untuk menanamkan investasi membangun jalur KA ini antara lain investor dari China, Timur Tengah, dan India.

Pembangunan kedua proyek tersebut (jalur KA batubara dan Pelabuhan Tanjung Api Api) ditargetkan akan selesai dalam empat tahun.(*)