Berpolitik untuk Berbuat Banyak Bagi Rakyat Muba

Ketua DPRD Muba Abusari SH MSi

KETUA DPRD Kabupaten Muba, Abusari, dikenal sebagai anggota dewan yang tegas dan tak kenal kompromi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Muba. Mengenai alasannya terjun ke dunia politik, Abusari mengutip kata-kata dari Soetrisno Bachir, salah seorang tokoh di PAN, ‘hidup adalah perbuatan, mari berbuat untuk rakyat’.

“Sesuai dengan misi kita, PAN adalah partai reformasi yang tentunya memiliki komitmen yang besar untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Saya asli dari Muba, tinggal di Muba, hidup di Muba, dan insyallah meninggalnya nanti di Muba, dan minta dikuburkan di Muba juga. Saya memiliki keinginan yang besar untuk berbuat banyak bagi Kabupaten Muba,” ujar Abusari ketika dibincangi Tabloid Desa, Selasa (14/6/2016).

Abusari terjun ke dunia politik sejak tahun 1999 dengan bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN). “Saya sering mengikuti berita nasional, ketika Indonesia dilanda krisis moneter dan reformasi bergulir, seiring waktu dideklarasikanlah PAN di Jakarta pada tahun 1998. Saya yang memang tertarik dengan visi perjuangan PAN, akhirnya bergabung pada tahun 1999. Di DPC PAN Kecamatan Babattoman Muba, saya dipercaya sebagai bendahara,” kenang Abusari.

Selanjutnya, kiprah Abusari di DPC PAN Kecamatan Babattoman makin terasah seiring dengan perjalanan waktu dan amanah yang diberikan untuk mendampingi pembentukan kepengurusan PAN tingkat ranting hingga ke pelosok desa di wilayah Kecamatan Babattoman, yang pada waktu itu meliputi wilayah Plakat Tinggi dan Lawang Wetan, yang belum dimekarkan menjadi kecamatan tersendiri.

Sampai tahun 2001, pada Muscab DPC PAN Kecamatan Babattoman, Abusari terpilih sebagai ketua DPC. Abusari memutuskan mantap di dunia politik, ia pun mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah perusahaan perkebunan. Keputusan yang terbilang berani, pasalnya Abusari telah menekuni pekerjaan di perusaahan perkebunan sejak tahun 1990, selepas tamat dari sekolah pertanian. Abusari sempat bekerja di lima perusahaan perkebunan besar yang beroperasi di wilayah Musi Banyuasin. Namun, Abusari merasa yakin bahwa dengan aktif berpolitik ia akan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak.

“Tahun 2004, saya ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Muba pada pemilihan umum anggota legislatif (Pileg). Saya berada satu dapil dengan Pahri Azhari, yang dikemudian hari menjadi Bupati Muba. Beliau nomor urut 3 dan saya nomor urut 5, perolehan suaranya beliau nomor satu saya nomor dua. Tetapi karena waktu itu sistemnya nomor urut, kami gagal menjadi anggota dewan,” ujar Abusari.

Tahun 2005, Pahri Azhari terpilih menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Muba dan Abusari dipilih  menjadi sekretaris DPD. Kemudian, tahun 2007, Pahri menjadi anggota DPRD Muba sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota dewan dari PAN. Selang 3 bulan kemudian, Pahri dicalonkan menjadi wakil bupati berpasangan dengan calon bupati H Alex Noerdin. Seperti diketahui, pasangan ini kemudian unggul dalam Pilkada Muba dan terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Muba periode 2008-2013.

Hal ini turut menjadi berkah bagi Abusari yang kemudian menjadi PAW dari Pahri Azhari. Abusari dilantik sebagai anggota DPRD Muba pada tanggal 20 Juli 2007. Di Pileg 2009, Abusari kembali menjadi caleg dari PAN dan berhasil mendapat suara terbanyak di Dapil 2. Setelah di periode sebelumnya sempat menjadi Ketua Fraksi PAN di DPRD Muba, Abusari kemudian terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Muba.

Selanjutnya, di Pileg 2014, Abusari kembali mendapat suara terbanyak dari seluruh caleg dari semua partai politik di Kabupaten Muba. Tanggal 29 Februari 2016 lalu, Abusari dilantik menjadi Ketua DPRD Kabupaten Muba.

Abusari mengatakan, luas wilayah Muba sama seperti Provinsi Jawa Barat yang memiliki 18 kabupaten dan 9 kota, sementara Muba hanya satu kabupaten. Karena begitu luasnya wilayah ini, menurut Abusari telah muncul aspirasi dari masyarakat untuk pemekaran Kabupaten Muba, seperti usulan Kabupaten Musi Ilir dan Muba Timur.

“Ini murni aspirasi dari masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan dan kemudahan dalam hal pelayanan publik. Komisi I DPRD Kabupaten Muba sudah melakukan kunjungan kerja ke daerah lain yang baru dimekarkan, yakni PALI dan Muaratara. Tahun ini juga akan ada pemekaran kecamatan di Muba, seperti Sungai Keruh dan Lais,” terang Abusari.

Menurut Abusari, pemekaran ini sangat mungkin dilakukan karena Kabupaten Muba yang terdiri dari 14 kecamatan dinilai telah siap untuk dimekarkan. “Potensi pendapatan daerahnya ada, luas wilayah memenuhi criteria, sarana dan prasarana mendukung, SDM yang ada juga saya kira cukup siap,” pungkas Abusari.

 

Penulis: Muhammad Ikhsan,   Editor: Rinaldi Syahril Djafar

 

Comments

comments