Berbaik Sangka Dan Berburuk Sangka

AZIZ KAMIS2

Tabloid-DESA.com – Husnuzon artinya berbaik sangka. Berbaik sangka ini merupakan perbuatan yang dituntut dalam Islam agar tidak menuduh orang lain berbuat keburukan, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Hal ini memberi efek positif bagi setiap orang, agar hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik. Hati akan terbebas dari berbagai penyakit hari seperti cemburu, dendam, benci, dan sebagainya.Hingga terjadi kerukunan dan dapat mencegah perbuatan kemunkaran.

Sebaliknya, Suudzon atau berburuk sangka adalah perbuatan seseorang yang selalu memandang negatif terhadap saudaranya. Hal ini merupakan penyakit hati, yang didalamnya terdapat berbagai kesan dendam, benci, iri hati, cemburu, dan sebagainya.

Pada era modern saat ini sarana berkomunikasi semakin mendekatkan antara satu dengan lainnya. Media sosial seperti facebook, tweeter, instagram, dan lainnya sudah menjadi bagian tidak terpisahkan. Nilai positif yang muncul yakni terjaganya hubungan komunikasi antara manusia satu dengan lainnya. Negatifnya, muncul berbagai persoalan seperti fitnah, saling curiga, bahkan perkelahian baik didunia maya
atau bertemu langsung didunia nyata.

Hal ini juga berlaku di desa. Para warga telah pula disuguhi tekhnologi tinggi smartphone yang merambah. Akibat yang ditimbulkan tidak hanya negatifnya saja, tetapi juga nilai positifnya cukup memberi keuntungan. Kepala desa yang amanah akan memanfaatkan tekhnologi tersebut untuk menjual berbagai hasil desanya, hingga
perekonomian masyarakat lebih meningkat.

Terjalinnya hubungan perdagangan dengan desa lain, akan member keuntungan bagi BUMDes yang mereka kelola. Terbuka lapangan pekerjaan didesanya, hingga bisa mengurangi angka pengangguran. Bermunculan counter pulsa hampir di setiap sudut desa. Para pedagang ponsel bermunculan, bahkan tidak sedikit tukang service ponsel yang membuka workshop dan melayani service ponsel didesa tersebut.

Tiba-tiba muncul berbagai isu negatif tersebar di ponsel warga. Entah datang darimana, ada gambar kepala desa yang terlihat sedang memegang minuman keras didampingi dua orang perempuan “nakal” berpakaian seksi.

Kebetulan, tidak lama lagi akan berlangsung pilkades untuk menentukan pelanjut kepemimpinan desa tersebut. Beramai-ramai warga mencemooh, dan langsung memvonis sang Kades. Keluarganya besedih hati, para warga juga merasa malu berjumpa dengan masyarakat desa tetangga.

Inilah pentingnya Tabayyun. Tabayyun atau memverifikasi dan member penjelasan terhadap persoalan yang sedang terjadi.  Seorang kades yang bijaksana akan melaksanakan musyawarah desa, benar-tidaknya fitnah yang melanda tersebut. Boleh jadi, hal itu hanya bagian dari kampanye hitam menjelang pilkades yang bakal berlangsung beberapa bulan mendatang.

Bagaimana jika fitnah itu berhubungan dengan dana desa? Ada laporan LSM tertentu yang “memfitnah” kepala desa melakukan penyelewengan. Padahal, belum tentu hal itu terbukti kebenarannya. Kita warga desa harus berfikiran positif, memahami apa yang menjadi tugas dan kewajiban kepala desa yang kita percaya memimpin desa. Akankah sebuah fitnah menghapus kebaikan seseorang dan pengorbanan seseorang pemimpin
yang sudah bertahun-tahun bekerja untuk memajukan desa? Mari kita berfikir positif, berhusnudzan. Hilangkan rasa dengki, iri hati, dan dendam demi kemajuan desa kita. Wallahua’lam.

Comments

comments