• Home »
  • BERITA »
  • Aparat Desa dari 2.859 Desa se-Sumsel Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Aparat Desa dari 2.859 Desa se-Sumsel Ikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Pengelolaan dana desa di Sumatera Selatan masih terkendala salah satunya ketidaksiapan aparat desa dalam merencanalan, mengelola, membuat pelaporan Dana Desa. Bahkan beberapa aparat desa takut mengelola dana.

Untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM), sebanyak 8.905 aparatur desa se- Sumatera Selatan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas aparatur yang berlangsung selama 5 hari (19-24/10/2015) di Graha Bina Praja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sumatera Selatan, Yusnin menjelaskan, tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur desa. Sehingga, nanti dapat dilaksanakan seluruh bidang pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan di desa.

Yusnin, seperti dilansir rmolpalembang mengatakan, aparatur desa diberikan pelatihan pelaksanaan pemerintahan desa secara keseluruhan, seperti pembuatan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), juga pada tahap perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan Dana Desa.

Dalam pelatihan yang berlangsung 5 hari itu diikuti oleh 8.904 orang, yang terdiri dari 3 orang perwakilan desa yang meliputi Kepala Desa, Sekretaris desa, dan Bendahara Desa yang berasal dari 2859 desa, dan juga ada perwakilan kecamatan sebanyak  2 orang.

Data BPMPD Sumsel menyebutkan sebanyak 14 kabupaten di Sumsel yang mendapatkan anggaran desa yaitu Prabumulih, Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim (ME), Lahat, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Pali, Musi Rawas (Mura), dan Musi Rawas Utara (Muratara). Total dana lebih dari Rp 775 miliar.

Untuk tahap pertama dan tahap kedua, dikirim sebanyak 40 persen dari total dana, sedangkan tahap tiga adalah sisa anggaran 20 persen. Tahap pertama dan kedua ditransfer sekitar Rp 310 miliar.

Sampai dengan awal Oktober, baru empat kabupaten yang sudah mencairkan dana tahap kedua, yaitu kabupaten OKU, Mura, Banyuasin, dan OKUT. Dari empat kabupaten ini, baru dua kabupaten yang sudah mencairkan 40 persen anggaran tahap kedua, yakni Banyuasin dan OKU Timur.

Untuk Kabupaten OKU dengan total 143 desa hanya bisa mencairkan sekitar Rp 9,28 miliar. Dana yang masuk ke kas daerah hanya untuk 85 desa, sedangkan dana untuk 58 desa masih belum cair. Sama halnya dengan Kabupaten Mura, yang hanya bisa mencairkan sebesar Rp 5,26 Miliar untuk 48 desa, dari total Rp 20,59 miliar untuk 223 desa.

Kabupaten yang mendapatkan dana desa memang harus mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri. Namun dalam pengelolaannya harus ada peraturan bupati. (*)

 

sumber : regionla.liputan6 & rmolsumsel 

Comments

comments